Petani Sadar Pajak

Untuk apa sebenarnya pajak itu? Untuk apa? Menelaah alasan pemerintah yang mewajibkan rakyatnya untuk membayar pajak. Pajak tidak hanya ada di Indonesia. Dengan pajak yang kita bayar, ketersediaan alat pertahanan negara diharapkan cukup atau memadai. Pajak merupakan biaya yang paling sehat dan .berkelanjutan (sustainable), karena dengan tingginya penerimaan pajak, siklus ekonomi nasional akan dengan sendirinya bergulir.

Namun demikian, banyak diantara kita yang masih belum paham tentang pajak dan hal ini kerap menjadi alasan mengapa kita enggan membayar pajak. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran untuk membayar pajak. Orang sudah tahu dan sudah sadar akan pentingnya pajak, apakah mereka otomatis akan membayar pajak? Walaupun sudah tahu dan sudah sadar, tetapi sepanjang mereka belum peduli untuk membayar pajak, maka tetap saja mereka belum membayar pajak. Dengan demikian, masyarakat akan peduli untuk membayar pajak.

Informasi pajak yang disampaikan sedapat mungkin harus menghindari ‘jargon’ pajak dan bahasa yuridis yang sulit untuk dipahami oleh orang awam.

Lewis (1982) mengemukakan bahwa di Inggris terdapat ada brosur penuntun pajak yang semaksimal mungkin menghindari ‘jargon’ pajak, dengan ilustrasi gambar yang tidak menampilkan gambar petugas pajak, tetapi anak sekolah. Kampanye-kampanye pajak sepatutnya tidak hanya di kalangan masyarakat saja, tetapi juga mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam mensosialisasikan kewajiban membayar pajak. Agar kedepannya mereka menjadi masyarakat yang taat dan peduli akan pajak, dan juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa sejak dini untuk lebih mengetahui pajak dan lebih peduli tentang penerapan pajak itu sendiri terutama di Indonesia.

Untuk apa sebenarnya pajak itu? Untuk apa? Menelaah alasan pemerintah yang mewajibkan rakyatnya untuk membayar pajak. Pajak tidak hanya ada di Indonesia. Dengan pajak yang kita bayar, ketersediaan alat pertahanan negara diharapkan cukup atau memadai. Pajak merupakan biaya yang paling sehat dan .berkelanjutan (sustainable), karena dengan tingginya penerimaan pajak, siklus ekonomi nasional akan dengan sendirinya bergulir.

Namun demikian, banyak diantara kita yang masih belum paham tentang pajak dan hal ini kerap menjadi alasan mengapa kita enggan membayar pajak. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran untuk membayar pajak. Orang sudah tahu dan sudah sadar akan pentingnya pajak, apakah mereka otomatis akan membayar pajak? Walaupun sudah tahu dan sudah sadar, tetapi sepanjang mereka belum peduli untuk membayar pajak, maka tetap saja mereka belum membayar pajak. Dengan demikian, masyarakat akan peduli untuk membayar pajak.

Informasi pajak yang disampaikan sedapat mungkin harus menghindari ‘jargon’ pajak dan bahasa yuridis yang sulit untuk dipahami oleh orang awam.

Lewis (1982) mengemukakan bahwa di Inggris terdapat ada brosur penuntun pajak yang semaksimal mungkin menghindari ‘jargon’ pajak, dengan ilustrasi gambar yang tidak menampilkan gambar petugas pajak, tetapi anak sekolah. Kampanye-kampanye pajak sepatutnya tidak hanya di kalangan masyarakat saja, tetapi juga mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam mensosialisasikan kewajiban membayar pajak. Agar kedepannya mereka menjadi masyarakat yang taat dan peduli akan pajak, dan juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa sejak dini untuk lebih mengetahui pajak dan lebih peduli tentang penerapan pajak itu sendiri terutama di Indonesia.

untuk bisa lebih tahu tantang pajak bisa dibaca disini

Petani Sadar Pajak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s